Apa Kenanganmu tentang Ramadhan?

Ilustrasi : Alena Auralangie

Saya yakin setiap kita pasti punya peristiwa pribadi tentang ramadhan. Peristiwa yang tersimpan rapih dalam alam bawah sadar kita. kemudian menggumpal menjadi kenangan.

Bagi saya setiap ramadhan datang, saya selalu teringat perbagai peristiwa masa lalu. Terutama masa kecil saat saya menyiapkan makanan untuk berbuka bersama, main ular tangga, main meriam bambu, main kembang api, hingga mendengar suara kokok ayam di radio pertanda waktu Imsak telah  tiba.

Kenangan ramadhan lain adalah masjid. Ramadhan dan masjid adalah nostalgia yang tak terlupakan. Saat kami mash bocah kecil berteriak sekencang-kencangnya sambil berlari saling kejar satu sama lain. Bisa jadi mengesalkan bagi jamaah lain terutama para orang tua. Tapi bagi kami itu sangat menyenangkan.

Menyenangkan karena ramadhan adalah saat berkumpul dengan teman sebaya lantas bermain sepuas-puasnya di sela ritual tarawih. Dengan cara itulah awalnya kami mulai mencintai masjid.

Namun tahun ini ramadhan terasa lain. Semenjak wabah Virus Corona berjangkit kita di minta untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Tak terkecuali di masjid.

Begitu pula dengan larangan mudik.

Padahal suasana ramadhan yang berkesan adalah saat kumpul bersama kelurga dan menikmati sahur dan buka puasa hari pertama bersama orang terkasih. Saya yakin diantara kita pasti ada yang terenyuh dan rindu pada mereka.

Sesungguhnya maksud larangan itu baik. Tokh bila rindu kita bisa menggunakan kecanggihan teknologi. Walau tentu rasanya lain.

Namun berbeda dengan yang telah kehilangan orang terkasih untuk selamanya. Khususnya kedua orang tua.

Bukan kebetulan jika saat ramadhan kita diingatkan tentang orang-orang yang masih bersama kita pada ramadhan yang lalu tapi kini telah tiada.

Ingatan agar kita lebih mawas diri dengan kehidupan kita.

“Kematian pasti akan datang. Karena setiap yang bernyawa pasti mati” Ujar pak ustadz.

Sebagaiman ramadhan yang lalu, ramadhan kali juga akan mati atau tak akan pernah kembali lagi.

Maka manfaatkanlah bulan suci ini. Kita harus menjadikan ramadhan ini ramadhan yang terindah dan terbaik. Sebab  tahun depan belum tentu kita dapat mencicipinya kembali.

Ramadhan demi ramadhan telah  berlalu. Kita semua sedang antri menuju ke keabadian. Adakah ramadhan kita kali ini lebih baik dari pada ramadhan silam?

Meski dalam suasana keprihatinan karena wabah Covid-19. Jangan lewatkan ramadhan kali ini tanpa peningkatan iman.

Marhaban Yaa Ramadhan.