Humaniora

Bahas Relasi Agama dan Budaya LDNU Adakan Diskusi Bareng

“Daripada pada malam Minggunya ngalor-ngidul dan tidak membawa berkah mending ikut malam Mingguan Ala NU.” Begitu motto gelaran diskusi bareng yang digelar Lembaga Dakwah NU (LDNU) Pasangkayu.

Dan Malam Minggu Kali ini (4/12) LDNU, GP. Ansor dan PMII kembali mengadakan NGOPI (NGObrol Penuh Inspirasi) BARENG KYAI di Kedai Kopi Vovasanggayu, dengan Tema “Relasi Agama dan Budaya”.

Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari PC NU, Pondok pesantren, Pengurus GP. ANSOR, dan PMII, serta tamu undangan.

Kegiatan NGOPI BARENG malam Minggu ini dibuka Oleh sambutan Ustad Ali Khasbuna ketua LDNU. Dalam sambutannya dituturkan bahwa “Kegiatan seperti ini merupakan langkah awal dalam menyebarkan dakwah NU yang lebih terbuka. Bukan cuma di masjid atau majelis taklim. Tapi juga di cafe atau warung kopi (Warkop) agar dapat menyentuh segenap lapisan masyarakat.”

Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua PCNU Pasangkayu, H. Haerul Musa yang menyampaikan pentingnya silaturahmi yang intens dikalangan NU dan warga pasangkayu sekaligus mengkampanyekan Islam Washotiyah kepada masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh mantan ketua Cabang PMII Pasangkayu, Yunus, S.Pd. Sebagai pembicara pertama adalah Ustad Malik, S.Pd pimpinan Pondok Pesantren Thoriqul Ulum Dapuran yang menyampaikan relasi agama dan budaya sesungguhnya amat kuat di Indonesia ditandai upaya dakwah walisongo ketika menyebar Islam yang mampu mengakomodir budaya lokal sehingga Islam mampu dengan mudah di terima warga masyarakat.

Sementara Pemateri kedua dalam diskusi semalam adalah Ketua GP. Ansor Pasangkayu, Abdul Hakim Madda. Dalam materinya Abdul Hakim banyak menyoroti pemanfaatan teknologi digital dalam upaya siar agama. Teknologi adalah produk budaya dan bisa digunakan untuk tujuan dakwah khususnya internet.

“Jangan hanya stagnan dengan satu metode dalam berdakwah. Gunakanlah sosial media, seperti Facebook, website, WhatsApp, YouTube, agar kita terlihat di dunia Maya terlihat juga di dunia nyata”.

Turut hadir dan memberi sumbangsih pemikiran pimpinan Pondok Pesantren Imam Asy’ari Pasangkayu, Ustad Fathu Rahman, Lc yang menyampaikan kontribusi budaya dalam mempermudah kehidupan masyarakat. “Dengan hadirnya produk budaya seperti hp kehidupan kita kian lancar.” Tuturnya.

Back to top button