OpiniPULIDE

Insecure

Istilah keren dari anak muda masa kini adalah ‘kaum milenial’. Mereka yang kebanyakan berpenampilan modis dan pemahaman intelektual miris. Banyak yang seperti ini namun tidak sedikit juga yang berlawanan dengan pernyataan tersebut.

Begitu juga mahasiswa yang seharusnya menyebut dirinya sebagai agen perubahan, agen pengontrol, dan agen yang tangguh.

Namun yang terjadi saat ini, ada diantara mereka kerap menyebut dirinya sebagai ‘Mahasusah’. Memang menjadi mahasiswa itu tidak gampang. Mereka dituntut untuk menjadi Agent of changes atau sang pembawa perubahan.

Namun bagaimana ia bisa menjadi agen perubahan ketika untuk merubah dirinya sendiri saja belum bisa. Ketika di nasehati malah katanya makan hati. Tidak terima. Ketika di nasehati diberi saran, malah merasa jadi sasaran karena tidak terima diberi wawasan. Terus dikasih hati malah baper duluan. Dikerasi katanya terlalu menindasi.

Dan mahasiswa saat ini menjadi perbincangan harian yang seharusnya memiliki intelektual dan juga kritis. Kini terkikis karena mirisnya kesadaran peran sebagai aktivis.

Belakangan ini beredar penyakit yang sangat membunuh karakter seseorang. Penyakit ini kerap menyerang kaum milenial yang enggan untuk keluar dari zona nyaman dan memilih menjadi biasa-biasa saja. Tanpa sadar mereka telah tertindas, yaah penyakit tidak percaya diri. Atau insecure bahasa kekiniannya.

Tidak percaya diri sama saja dengan Terbelenggu, terpenjara dan merasa dalam pengawasan.

Bagaimana tidak, rasa insecure itu sendiri kerap kali mendarah daging di kalangan anak zaman now. Postur tubuh warna kulit dan bentuk wajah harus menjadi tolak ukur untuk berada dalam tangga kemenangan.

Insecure seolah-olah menjadi security dalam setiap step by step (langkah demi langkah) dalam perjalanan hidup seseorang. Good looking is not only the winner. Cantik menawan dan tampan rupawan adalah bonus ketika sedang berproses.

The winner adalah ketika seorang lebih menghargai setiap waktu. Menghargai setiap langkah dan prosesnya. Serta ia puas dengan hasil yang dia telah berjuangkan.

Waktu setiap orang itu sama 60 detik dalam 1 menit. 60 menit dalam 1 jam. 24 jam dalam sehari. 30 hari dalam sebulan dan 12 bulan dalam setahun.

If they are can do it. Why you not?

Back to top button