HumanioraPendidikan

Lebaran Bersama Kupu-Kupu

Banyak diantara kita yang menyenangi kupu-kupu. Bahkan tidak sedikit yang mengoleksi karena keindahannya.

Sayapnya yang berwarna-warni dengan motif yang beragam. Ditambah kelincahannya terbang kesana-kemari dari satu bunga ke bunga yang lain menimbulkan kekaguman.

Tapi tahukah kita kalau Kupu-kupu yang indah tadi tidak lahir begitu saja? Melainkan ia lahir melalui proses yang disebut metamorphosis. Dari awalnya bernama ulat.

Ulat yang bagi sebagian orang dianggap binatang yang menjijikkan. Menimbulkan rasa geli dan takut. Karena sering menyebabkan rasa gatal. Hampir tak ada yang mau menyentuhnya

Namun ketika ulat berubah menjadi kupu-kupu cantik dan indah. Banyak yang terpesona. Tak ada lagi rasa geli apalagi takut. Berganti rasa suka dan ingin memilikinya.

Untuk menjadi kupu-kupu. Terlebih dahulu ulat yang menjijikkan itu berproses menjadi kepompong. Istilah kerennya metamorfosis.

Metamorfosis dalam bahasa kita mirip-miriplah dengan “berpuasa”. Ulat itu tidak makan tidak minum. Serta menutup diri dari gemerlapnya kehidupan dunia.

Perilaku ini mirip cara kita beri’tikaf dan merenung diri menuju tobat. Setelah itu keluar menjadi kupu-kupu yang menarik, disayang manusia dan mahal harganya.

Barangkali begitulah gambaran Puasa Ramadhan yang diharapkan Tuhan terhadap orang-orang beriman.

Proses metamorfosis ulat menjadi kepompong lalu kupu-kupu adalah pelajaran paling transparan bagi kita agar bisa mengubah diri dari banyak dosa dan kesalahan menjadi manusia takwa dan disayang Tuhan.

Puasa Ramadhan baru saja berakhir. Kini berganti lebaran.

Hikmah yang bisa kita petik adalah lebaran bukanlah akhir segala perjuangan kita dalam menaklukkan hawa nafsu. Sebuah upaya maksimal yang telah dilakukan selama berpuasa. Justru lebaran adalah awal memasuki gerbang kehidupan baru.

Lebaran adalah saat ketika diri kita keluar dari kepompong dan menjadi kupu-kupu yang mengepakkan sayap di kehidupan yang baru.

Lebaran adalah sebuah pertanda dari sebuah peristiwa yang berbeda dari sebelumnya. Saat-saat penting ketika diri kita menjelma menjadi sosok baru yang kian menyempurna.

Selamat lebaran..
Mohon Maaf Lahir Batin.

2 Comments

Back to top button