Humaniora

LP. Ma’arif NU Pasangkayu Rayakan HSN dan Sumpah Pemuda

Semarak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 dirangkaikan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-93 di Kabupaten Pasangkayu digelar oleh LP. Ma’arif NU dan diadakan di Pondok Pesantren Thoriqul Ulum Desa Tirta Buana Kecamatan Dapurang. Kegiatan ini diadakan pada hari sabtu (30/10).

Ada beberapa event yang diadakan menyertai pelaksanaan kegiatan. Yakni Pegelaran Kesenian Islami juga perlombaan olahraga. Masing-masing kegiatan itu dikemas dalam tema: Parade Seni, Budaya dan Olahraga.

Adapun Pagelaran Seni Islami yang ditampilkan dalam kegiatan meliputi: Hadroh, Qasidah, dan Sholawat. Sementara untuk olahraga ada dua cabang yang diperlombakan, yakni: Vollyball dan Futsal.

Tercatat ada Sembilan pondok pesantren (Ponpes) yang berpartisasi di Kegiatan tersebut. Adapun kesembilan Ponpes tersebut adalah: Ponpes Nurul Jadid, Al-Hikmah, Al-Falah, Al-Huda, Silahul Muslimin, Siratul Fuqaha, Assyukur, Darul Ulum, Yadi, dan tuan rumah Thoriqul Ulum.

Turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut GP. Ansor, PMII, LDNU,dan Fatayat Kabupaten Pasangkayu..

Menurut Kyai Malik pimpinan Pondok pesantren Thoriqul Ulum sekaligus ketua LP. Ma’arif Pasangkayu, kegiatan ini bertujuan untuk kembali menguatkan silaturahmi diantara para santri setelah sekian lamanya lebih banyak beraktifitas dilingkung pondok. Selama pandemic para santri memang kurang berinteraksi dengan dunia luar. Sehingga kesannya santri jadi terkungkung. Selain itu diharapkan pula para santri lebih terasah olah seni dan olahraganya sekaligus menghidupkan kembali semangat kompetisi yang positif dikalangan para santri.

Malamnya pada saat penutupan, kegiatan makin semarak dengan hadirnya Ketua LDNU Sulbar, Ustadz Nursalim Ismail. Dalam sambutannya Nursalim menyampaikan, “Posisi pondok pesantren kedepan kian strategis. para santri dituntut banyak berkontribusi ditengah masyarakat. Olehnya itu para santri dituntut untuk membekali diri dengan berbagai macam keterampilan dan keahlian Selain tetap menjunjung tinggi etika dan akhlak sebagai santri”.

Muhammad Yunus

Aktivis dan Pemerhati Dunia Pesantren
Check Also
Close
Back to top button