KolomPULIDE

MARAH

Pakar kecantikan menganjurkan bila ingin memiliki wajah mulus jangan suka mencet-mencet jerawat.

Kebiasaan mencet-mencet jerawat sebagai penyebab terbesar infeksi yang meninggalkan parut di wajah.
Biarkan saja jerawat sembuh dengan sendirinya yang penting wajah tetap terjaga kebersihannya.

Bagi kaum hawa khususnya, selain umur, parut wajah menjadi musuh terbesar berikutnya yang bikin frustasi dan kesal hati. Ia menjadi momok yang sungguh menakutkan.

Sama seperti jerawat amarah pun demikian. Tidak mengumbar marah sama baiknya membiarkan wajah bebas parut. Marah menyebabkan infeksi yang merusak diri sendiri, meninggalkan luka bagi perasaan orang lain.

Mengontrol marah sama dengan membiarkan jerawat itu pecah dengan sendirinya, membiarkan waktulah yang akan menyembuhkannya.

Menurut ahli, tidak semua marah itu buruk. Ada juga marah yang positif bagi kesehatan asal dilepas dengan wajar. Orang tua dianjurkan agar melepaskan rasa marahnya untuk melancarkan sumbatan-sumbatan dalam peredaran darahnya.

Yang tidak baik adalah mengumbar marah.

Bagi orang yang pemarah hal sepele seringkali dengan mudah berubah begitu saja menjadi monster angkara murka.

Masih ingat kasus pengemudi mobil Nissan XTrail tua berpelat nomor pejabat RFH? Ia memukul membabi buta seorang pemuda di jalan tol gara-gara serempetan mobil. Pemukul itu bernama Faisal Marasabessy, anak seorang ketua ormas.

Sementara korbannya yang babak belur, Justin Fredrick juga bukan orang sembarangan ia putra seorang anggota DPR dari partai berkuasa.

Alhasil, urusan emosi yang berbuntut pemukulan jadi panjang. Korbannya ogah damai dan si pelaku akhirnya di tahan polisi.

Urusan Emosi karena ugal-ugalan di jalan raya pernah juga saya saksikan. Yang ini menimpa warga biasa. Pelakunya juga seorang pemuda. Punya watak yang sama. Sama-sama pemarah.

Kejadiannya karena emosi kendaraannya tiba-tiba disalip pengendara lain, Ia murka. Darahnya mendidih.

Tidak rela diperlakukan seperti itu tanpa menunggu lagi dia langsung menginjak dalam-dalam pedal gas memburu penyalip kendaraannya.

Setelah memacu mobilnya dengan susah payah, menyalip mobil-mobil lain dengan zig-zag yang membahayakan. Tanpa memperhatikan keselamatan dirinya dan pengendara lain. Akhirnya dia berhasil menghentikan mobil itu.

Serta merta dia pun langsung turun dari mobilnya, melabrak pengemudi tadi yang kebetulan adalah seorang sopir yang sedang buru-buru mengantar barang pesanan majikannya. Bertengkar dengan emosi meluap-luap. Namun berbeda dengan kasus sebelumnya yang ini tidak panjang dan masalah selesai begitu saja. Tanpa lewat pengadilan.

Namun naas, pemuda tadi ketiban sial. Saat hendak kembali ke mobilnya. Ternyata mobil telah raib di bawah orang. Rupanya dia lupa mancabut kunci kontak mobilnya karena begitu emosinya.

Amarah lebih merusak dari apapun. Banyak karyawan cemerlang kehilangan karir, pasangan serasi bercerai, rumah tangga berantakan. Bahkan nyawa melayang gara-gara marah lebih menguasai.

Padahal kalau saja si pria pemarah tadi membiarkan penyebab kemarahan tak masuk akal itu berlalu. Pasti semua akan baik-baik saja. Mungkin dia sudah tiba di rumah lebih cepat dan bercengkrama dengan keluarganya.

Marah bisa menyerang siapa saja. Sangat memilukan bila kita mendengar cerita bahwa seseorang mengubur kariernya sendiri karena marah-marah dengan rekan sekantor, klien atau atasannya.

Atau pasangan yang terlihat serasi akhirnya bercerai cuma karena marah lebih mendominasi dalam hubungan mereka. Padahal bisa jadi itu sekedar masalah sepele saja.

Sebuah perusahaan otomotif di Jepang secara khususnya menyediakan sebuah ruangan di kantornya dengan berbagai alat atau bahan yang sama sekali tidak berhubungan dengan bisnis perusahaannya.

Apa itu? Sebuah ruangan khusus yang memiliki aroma terapi untuk menenangkan syaraf.

Dindingnya dipenuhi dengan foto-foto bos atau atasan mereka. Mulai dari tingkatan supervisor, manajer, direktur dan seterusnya. Dan setiap foto tersebut kapan saja bisa dicopot dari tempatnya untuk ditempelkan di sebuah sansak besar yang berada persis di tengah-tengah ruangan.

Mereka dipersilahkan memukul, menendang atau apapun untuk meluapkan amarah sekuat-kuatnya. Ke sansak bertempel foto orang yang memancing amarah mereka.

Upaya itu disinyalir sebagai cara terbaik untuk menyalurkan energi negatif. Hingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas perusahaan.

Dan memang perusahan itu berhasil membuktikan dirinya sebagai salah satu perusahaan otomotif kelas dunia dengan cara mengelola amarah para pekerjanya dengan benar.

Sebenarnya ada beragam cara yang dianjurkan untuk mengurangi marah. Diantaranya dengan mulai membatasi makanan berdaging merah, terapi makan sebuah apel setiap pagi, membasuh kepala dengan air saat marah. Atau menarik napas panjang dalam-dalam. Cara-cara itu dianggap ampuh untuk menurunkan tensi amarah.

Bila anda tertarik dengan terapi ini tak ada salahnya untuk dicoba. Siapa tau manjur dan bermanfaat bagi kita.

Check Also
Close
Back to top button