Humaniora

Mengapa Menanam Pohon?

Sepintas kalimat diatas merupakan kalimat yang sangat sederhana untuk diucapkan, ekspresi kita saat mendengarnya juga tak memberi kesan berarti bagi pendengar, Biasa saja. Kira-kira begitu. Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di Desa, menanam pohon bukanlah hal yang penting untuk didiskusikan. Mungkin karena hampir tiap saat mereka menanam pohon.

Tapi, Tentu beda bagi masyarakat di kota, kegiatan menanam pohon biasanya diselenggarakan semarak, banyak warga dilibatkan, ada acara khusus dan dipandu oleh panitia pelaksana. Tak lupa, ada penyampaian pesan dari tokoh masyarakat, atau tokoh lain tentang pentingnya menanam pohon.

Warga Desa maupun Warga di Kota punya kewajiban menanam pohon, ekspresi penamaan tak mesti dipersoalkan. sebab ekspresi bagian dari cara agar partisipasi warga bisa maksimal terhadap kegiatan menanam pohon yang akan dilakukan. Kalau di Desa ya tentu tak seperti dikota tadi, tak perlu ada panitia dan kegiatan lainnya. Cukup bawa bibit ke kebun lalu ditanam.

Ya, begitu gambaran menanam pohon. Diekspresikan dengan beragam cara, tergantung konteksnya.

Kenapa kita wajib menanam pohon?

Sebab pohon memproduksi oksigen, sementara oksigenlah yang dihirup oleh manusia dan makhluk lain, sumbernya hanya tanaman yang tumbuh. Singkatnya pohonlah yang menghasilkan oksigen. Manfaat lain, pohon juga berfungsi menampung dan menyerap air, menjaga erosi tanah dan masih banyak lagi.

Masa sekarang menanam pohon diberi istilah keren, yaitu penghijauan. Untuk melakukan penghijauan ada klaster dan kategori tertentu yang bisa dijadikan rujukan sehingga penghijauan itu dilaksanakan. Misalnya daerah gersang, atau bekas penambangan. Selain itu ada juga karena tujuan komersil, saat besar pohonnya ditebang lalu dijual.

Memang, akhir-akhir ini penghijauan merupakan agenda yang paling sering diinformasikan, penyampaiannya juga tak biasa-biasa saja, banyak pemerhati lingkungan yang konsen mengkampanyekan agar penghijauan atau menanam pohon menjadi perilaku kolektif bagi setiap orang, bukan hanya bagi pemerhati.

Nampaknya ada hal krusial terhadap Bumi kita? sehingga menanam pohon atau penghijauan ini direkomendasikan bagi setiap orang dan bahkan negara.

Contohnya, dibeberapa daerah ada aturan yang mewajibkan bagi mempelai yang hendak menikah menanam pohon sebelum dinikahkan oleh penghulu. Aturan ini salah satu cara agar masyarakat menanam pohon. Terserah jenis tanamannya, yang jelas harus menanam.

Aturan lainnya, bagi pelaku usaha penambangan diwajibkan untuk pemulihan daerah tambang yang telah di eksploitasi, eh bukan. Tapi di eksplorasi katanya.

Namun, realitasnya banyak dari pelaku tambang, setelah mengeksplorasi semua material yang dibutuhkan, pergi begitu saja. Tak ada upaya pemulihan. Kalaupun ada hanya untuk menggugurkan kewajiban, tapi tidak maksimal. Contoh kasusnya banyak bisa ditemukan.

Akibatnya masyarakat yang berada disekitar wilayah penambangan merasakan dampak buruk. Banjir, tanah longsor tak terhindarkan.

Yang fatal jika sumber penghidupan masyarakat juga terenggut akibat tak adanya upaya pemulihan lahan bekas penambangan oleh pelaku tambang. Lalu, terkesan ada pembiaran. Kalau begitu, lengkap sudah penderitaan.

Terlepas dari persoalan pelaku tambang dan ilegal loging, Menanam Pohon tetap harus dilakukan, bukan untuk siapa-siapa tapi untuk Bumi dan Generasi setelah kita.

Check Also
Close
Back to top button