Puisi

Metamorfosa

Pada titik letih, ku berada pada ruang yang sunyi namun berpenghuni.

Perlahan mengayuh langkah yang terseok-seok dalam bimbingan arah yang tak bermuara.

Ku tapaki jalan itu walau sesekali keraguan dan keputusasaan menghalangi.

Dalam berlalunya waktu seiring bertambahnya usia. Keraguan itu ku sangka akan sirna dalam diriku.

Namun nyatanya

Semakin kompleks dan bertambah saja.

Dulunya hanya keraguaan

Kini bermetamorfosa menjadi tantangan dan tanggung jawab yang harus di pikul.

Dalam diri ingin lepas dari itu semua. Dan hidup sebagai manusia yang merdeka.

Namun kulihat lagi realita yang ada.

Bahwa untuk menjadi manusia yang merdeka kita harus melalui itu semua sehingga bisa menjadi manusia yang manfaat bagi sesama, penciptanya, dan alamnya.

Paradigma inilah yang kemudian terpatri dalam kehidupanku. Sebagai investasi moral masa depan.

Kelak kan jadi tugas moral dan sosial dalam lingkungan masyarakat di sekitarku.

Check Also
Close
Back to top button