Humaniora

Pakan Alternatif untuk Swasembada Daging

Tak lama lagi petani akan panen tanaman padi miliknya, menunggu sebulan lagi akan panen. Kita berharap panen kali ini melimpah dan berkah. Tutur Pak Herman membuka diskusi ringan di rumahnya. Dalam hati saya mengaminkan ucapnya.

Malam ini seperti biasanya. Setelah sholat Isya dan makan malam Pak Herman tak langsung tidur. Duduk-duduk diruang tamu, membuka YouTube dan menghabiskan kopi yang disiapkan sang istri. Dengan YouTube ia belajar beberapa referensi tentang budidaya ternak sapi penggemukan. Banyak informasi penting yang ditemukannya untuk diuji coba.

Usaha Ternak tanpa manajemen pengelolaan pakan yang baik akan menguras energi dan biaya tinggi kepada pelaku ternak tuturnya sembari menyeruput kopi yang masih panas. Ah nikmat sekali.

Jerami, Dedak dan Batang Pisang sekarang pakan alternatif yang saya siapkan selain dari hijaun rumput.

Tantangan peternak sapi saat musim kemarau tiba, rumpuh mulai berkurang dan mati, saat itu kita akan kekurangan stok pakan jika hanya mengandalkan rumput hijauan. Jerami bisa bisa menjadi bahan untuk mengatasi masalah tersebut.

Di Salassae saat musim panen tiba, peternak akan mengumpulkan jerami untuk persiapan sebagai bahan pakan alternatif. Setelah dikumpulkan lalu dikeringkan sekering mungkin agar kadar air pada jerami tersebut diyakini tak ada lagi. Karena jika masih memiliki kadar air akan berjamur saat disimpan untuk waktu lama. Semakin lama disimpan semakin baik kandungan gizi jerami.

Pemanfaatan jerami sebagai pakan juga berdampak baik pada laku petani yang selama ini sering membakar jerami dilahan miliknya. Ada dampak buruk dari laku itu, unsur hara lahan sawah tidak seimbang. Paling tidak dampak yang akan dirasakan jika jerami tak dimanfaatkan semisal di bakar yaitu, Mengundang hama dari luar ke lokasi pembakaran sampai radius 10 km, Efek pemanasan global dan mubassir karena rantai sistem alam dihilangkan.

Termasuk memanfaatkan batang pisang, setelah berbuah dan matang Pisang tersebut akan ditebang dan diambil buahnya. Batangnya bisa diberikan kepada ternak sabagai pakan.

Sementara untuk meningkatkan protein pada Ternak Sapi bisa menggunakan Dedak sebagai pemantiknya agar berat dan pertumbuhannya maksimal.

Kebutuhan daging dalam negeri maupun luar negeri bisa menjadi alasan untuk kita bisa berkontribusi dalam menyiapkan kebutuhan daging tersebut, tidak mesti banyak. Sembari bertani akan baik jika sekalian beternak, agar ada nilai lebih diperoleh saat beternak.

Menurut kementerian Pertanian kebutuhan daging khusus Sapi dan Kerbau di proyeksikan sekitar 600.000 Ton setahun (Media Online). Agar tak Impor jangan kita harus swasembada, caranya bisa didiskusikan lebih lanjut. Tutup Herman

Dari luar rumah, bunyi kokok ayam terdengar mengingatkan kita untuk istirahat, waktu seperdua malam telah berlalu, diskusi pengembangan potensi pemanfaatan Jerami, Batang Pisang, serta Dedak kali sudah cukup. Kopi dan rokok yang tersedia dimeja juga sudah hampir habis. Kopi tinggal satu tegukan, sementara rokok tinggal beberapa batang. Harus disimpan untuk esok pagi.!

Pagi ini, ada undangan kegiatan dikampung tetangga. Kegiatan berkaitan pakan ternak dengan menggunakan jerami sebagai bahan baku untuk pakan sapi yang difermentasi.

Berternak mestinya memiliki lahan untuk perumputan bagi pelaku ternak. Kadang ini yang tak seimbang, ketersediaan rumput hijau dan jumlah ternak yang sedang dikembangkan oleh Perternak. Akibatnya produksi tak maksimal. Dampak lainnya bisa memicu konflik jika kelangkaan pakan terjadi, karena biasanya peternak harus mengambil rumput dilahan petani lain yang juga sebagai peternak. Disinilah benih konflik itu.

Dengan memanfaatkan limbah jerami tadi, lalu diolah secara tepat akan meminimalisir kedua persoalan yang dihadapi jika persediaan rumput hijau telah habis. Tapi tentunya kita harus belajar cara fermentasi pakan jerami tadi.

Back to top button