Humaniora

Perempuan Onde-onde

Sebenarnya ini untuk perempuan. Siapa pun dia. Mau tua atau muda. Pokoknya yang penting perempuan. Silahkan mendekat. Mari baca sama-sama. Kalau ada makhluk jenis lain? Malah lebih bagus. Biar kongkrit semuanya.

******

Kini rasanya dunia makin dibentuk oleh semangat maskulinitas. Semangat kelaki-lakian. Lelaki menjadi titik setrum segalanya. Termasuk ketika berbicara masalah perempuan. Lihat saja di sekitar kita, oleh mayoritas kaum lelaki perempuan diasosiasikan dengan karakter yang lemah baik secara fisik maupun mental.

Karena hal itu, berkembanglah dalam pemikiran para pengusung maskulinitas adalah kaum Perempuan butuh dilindungi. Butuh diayomi.

Bahkan pada titik ekstrim Perempuan dianggap sebagai makhluk yang memiliki ketergantungan terhadap segala sesuatu.

Tapi benarkah yang demikian itu?
Apa tidak sebaliknya, mereka justru takkan bisa ada tanpa kehadiran seorang perempuan?

Wahai perempuan..

Jangan sering tertunduk karena minder, mahkota mu akan jatuh jika kamu tertunduk. Tegakkan kepala mu, tajamkan tatapan, dan tunjukkan bahwa perempuan juga bisa menjadi the beautiful Hero di garda manapun.

Perempuan dapat dibentuk sesuai dengan komposisi yang dibutuhkan bukan dilihat dari seberapa banyak dan seberapa mahal komposisi yang digunakan.

Lihatlah onde-onde yang hanya terdiri dari empat bahan utama yang mudah di dapatkan yaitu gula aren, tepung ketan, tepung terigu, dan kelapa. Namun hasil yang tercipta dari bahan sesederhana itu mampu menghasilkan sebuah makanan khas dan seakan tak sakral dalam sebuah acara kecil maupun besar jika makanan ini tak ada.

Begitupula dengan seorang perempuan.

Perempuan juga hanya membutuhkan empat bahan untuk menjadi perempuan bermartabat yaitu kecerdasan, semangat belajar, kesabaran, dan waktu yang digunakan dalam berproses.

Dalam pembuatan Onde-onde juga mengandung pelajaran moral yang melambangkan kesederhanaan yang terlihat dari bahan-bahan sederhana yang digunakan untuk membuatnya.

Tekstur dari onde-onde pun beragam ada yang keras, ada yang lembut, dan ada yang sedang. Tergantung dari si pembuat ingin menjadikanya seperti apa.

Begitu pun perempuan mau jadi apa? Jadi seorang pemimpin, jadi orang tertindas atau pribadi yang biasa-biasa saja.

Proses pembuatan Onde-onde tentu saja harus dengan kesabaran dan kehati-hatian yang maksimal karena dibuat dengan campuran air hangat sedikit demi sedikit. Lalu dituang kedalam campuran dua macam tepung, dibentuklah adonan, dan siap dibentuk bulatan yang tak sempurna.

Meski pun tak sempurna tapi rasanya enak inilah menjadi cerminan kita sebagai seorang perempuan bahwa penampilan bukan hal yang dapat menghambat langkah untuk jadi yang terbaik

Namun dengan tampilan yang sederhana, perempuan harus mampu ditempatkan dimana saja. Entah itu di bidang pendidikan, politik, ekonomi, budaya dan Agama. Bukan hanya sekedar mengurus kebutuhan rumah tangga saja.

Terlepas dari itu yang terpenting dari perempuan ialah memiliki sifat yang lembut dan penuh kasih sayang

Perempuan butuh proses dan pengorbanan yang harus dilalui agar menjadi sebaik-baik perempuan. Terbentur, terbentur terbentur, akhirnya terbentuk

Juga yang terpenting dari perempuan ialah cantik tidak dinilai dari bagaimana ia berpenampilan dari luar, tapi cantik yang sesungguhnya adalah cantik dari dalam seperti halnya onde-onde.

Back to top button