Gaya Hidup

Sekret Kampus

Aromanya tak sewangi kamar kost, kamar di rumah, apalagi hotel. Memang tak pantas menyandingkan sekret dengannya. Karena sangat jauh berbeda.

Kita akan menemukan beragam suasana, paling banter bau dekil dan kondisi berantakan tak karuan. Kasur, bantal, asbak, piring, buku bersatu dalam ruangan yang disebut sekretariat mahasiswa di Kampus. Atau kami singkat Sekret.

Sekret itu terkadang rapi, jika ada seorang kader perempuan yang membersihkannya, kader laki-laki juga, cuma jarang sekali menemukan kader laki-laki yang rajin bersih-bersih.

Namun disaat tertentu, Kader Perempuan juga ikut larut dalam aroma dan suasana sekret. Akhirnya membersihkan sekret tak jadi dilakukan. Sebab suasana riuh, gembira dari cerita lepas membuat semua asyik dibuatnya, apalagi saat ditemani minuman kopi khas sekret beban kuliah pun terlupakan.

Tak jarang, nilai kuliah penghuni sekret kurang baik dibandingkan dengan mahasiswa yang hanya di kampus dan di kos. Mungkin karena belajar di sekret lebih nyaman di banding saat menerima mata kuliah. Entahlah, Bisa jadi bukan. Mudah-mudahan bukan malas masuk kuliah, atau karena tak sepaham dengan dosen.

Selain itu, Penghuninya tak jauh berbeda dengan kondisi sekret yang bernuansa dekil. Rambut gondrong, kurus kerempeng, baju kusut dan celana robek dibagian lutut salah satu potret para penghuni sekret. Kecuali perempuan, namun bedanya tipis sekali.

Entah kenapa kondisi itu melekat erat pada sekret dan penghuninya.

Dari tahun ke tahun suasana ini terwariskan, jarang ditemukan perubahan sekret yang ideal seperti kantor yang umumnya bersih dan rapi. Begitulah sekret kampus.

Di balik bau dekil, berantakan itu sekret mewarnai cerita dan kisah panjang bagi yang pernah menjadi penghuni tetapnya. Mereka tetap nyaman dengan kondisi itu. Sebab sekret memberi arti penting dalam perjalan hidupnya nanti.

Disini mereka ditempa, dididik oleh senior sekret secara turun temurun, sekret kampus adalah kelas belajar kedua setelah mengikuti kelas belajar akademik dari kampus.

Suasana belajar tak formal, ada yang baring sambil mendengarkan materi, kadang juga ada yang mainkan gitar sembari memasang telinga saat materi belajar berlangsung. Bebas, tak ada tekanan. Buku bacaan tersedia, mendidik agar penghuni dekat dengan buku, agar jadi kutu buku.

Ya begitulah sekret kampus.

Bagi mereka yang alumni sekret, sekali berkunjung, atau paling tidak menanyakan kabar sekret dan penghuninya.

Bagaimana mi sekret?

Bagaimana anak sekret?

Pertanyaan ini paling sering diungkapkan oleh alumni sekret. Setelah pertanyaan itu, tak lama kemudian, perintah dan ajakan makan bagi penghuni sekret melengkapi pertanyaan tadi.

Bagi penghuni sekret, tentu ajakan itu tak ada tawar menawar, menghadiri panggilan adalah satu-satu pilihan. Sebab bukan hanya makanan, ada gagasan baru setelah makan yang di dapatkan dari ajakan makan itu, pengalaman alumni yang telah berada di ruang lain akan menjadi bagian cerita baru bagi mereka yang masih bersekret di kampus.

Bukan hanya Alumni, Sahabat lain yang baru pulang dari kampung juga demikian, setelah tiba di kost, pertanyaan juga seputar kondisi sekret.
Sekret telah menyatu, menjadi bagian dari diri penghuni dan alumninya.

Tak lama lagi, hari raya Idul Fitri. Biasanya ada dua kemungkinan yang terjadi di sekret.

Pertama, sekret perlahan sepi. Penghuni ikut mudik, meski saat ini larangan mudik diperintahkan oleh pemerintah. Seminggu sebelum lebaran satu persatu penghuni meninggalkan sekret. Akhirnya sekret sepi.

Kedua, sekret tetap ramai, setelah sholat Idul Fitri semua orang pernah bersentuhan dengan sekret berkumpul. Disana mereka bercerita, berkisah karena tak ikut lebaran dengan sanak keluarga di kampung. Minta maaf dan saling memaafkan adalah rangkaian kegiatan setelah sholat Idul Fitri. Terkadang ada yang ke sudut ruangan sekret menerima atau menelpon, cerita sembari mengusap air mata. Takut ketahuan.. anak sekret kok cengeng. Tak berbanding lurus, style gondrong dan celana robeknya.

Setelah itu baru memasak dan makan bersama. Tentu dengan menu sekret yang tak jauh dari makanan yang serba instan. Tapi tak se-instan saat bergabung di sekretariat kampus.

Back to top button