Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan daerah dan bangsa. Namun, kondisi pendidikan di Kabupaten Pasangkayu, dan secara umum di Provinsi Sulawesi Barat, masih menghadapi berbagai tantangan serius. Salah satu persoalan yang paling dirasakan oleh para pendidik di lapangan adalah rendahnya minat belajar siswa.
Masalah ini tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi. Banyak faktor yang saling berkaitan dan memengaruhi kondisi tersebut, terutama faktor lingkungan keluarga dan masyarakat.
Kesadaran Masyarakat yang Masih Rendah
Di beberapa wilayah Pasangkayu, masih terdapat pandangan bahwa pendidikan belum menjadi kebutuhan utama. Sebagian masyarakat menganggap bahwa sekolah tidak terlalu penting selama anak sudah bisa membantu orang tua bekerja, terutama di kebun atau ladang. Pandangan seperti ini secara tidak langsung menurunkan motivasi anak untuk belajar dan bersekolah dengan sungguh-sungguh.
Akibatnya, siswa datang ke sekolah hanya sekadar hadir, tanpa semangat untuk memahami pelajaran. Bahkan, ada yang sering absen karena harus membantu pekerjaan orang tua.
Kurangnya Perhatian Orang Tua
Peran orang tua sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak. Namun kenyataannya, banyak orang tua di Pasangkayu yang kurang memberikan perhatian terhadap pendidikan anak, bukan karena tidak peduli, tetapi karena kesibukan bekerja di kebun dari pagi hingga sore hari.
Kesibukan ini membuat orang tua jarang memantau kegiatan belajar anak di rumah. Anak dibiarkan belajar sendiri tanpa pendampingan, bahkan terkadang tidak belajar sama sekali. Hal ini berdampak pada rendahnya disiplin belajar dan kurangnya rasa tanggung jawab anak terhadap pendidikan.
Pendidikan Belum Dipandang sebagai Investasi Masa Depan
Masih ada anggapan bahwa bekerja lebih cepat akan lebih menguntungkan daripada sekolah tinggi. Padahal, di era sekarang, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang sangat penting untuk meningkatkan taraf hidup dan membuka lebih banyak peluang kerja.
Tanpa pendidikan yang baik, generasi muda Pasangkayu akan kesulitan bersaing dengan daerah lain, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Perlu Kerja Sama Semua Pihak
Rendahnya minat belajar siswa bukan hanya tanggung jawab guru atau sekolah. Masalah ini membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari orang tua, masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, hingga pemerintah daerah.
Orang tua perlu lebih sadar bahwa perhatian kecil seperti menanyakan tugas sekolah, mengingatkan waktu belajar, dan memberi motivasi sangat berpengaruh bagi anak. Masyarakat juga perlu mendukung lingkungan yang ramah pendidikan, bukan justru menarik anak-anak untuk bekerja di usia sekolah.
Harapan untuk Pendidikan Pasangkayu
Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan sosialisasi pentingnya pendidikan kepada masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Selain itu, perlu program pendampingan orang tua dan penguatan peran sekolah sebagai pusat pembinaan karakter dan motivasi belajar siswa.
Dengan meningkatnya kesadaran bersama, diharapkan pendidikan di Kabupaten Pasangkayu dan Provinsi Sulawesi Barat dapat berkembang lebih baik. Generasi muda yang terdidik akan menjadi aset berharga untuk membangun daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Oleh: Siska Putri Utami Penulis adalah Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Tomakaka Tiwikrama)

