AgamaHumaniora

Setelah dilupakan Orang, Masihkah Kamu Mau Berbuat Baik?

Menjadi orang baik ternyata tidak mudah. Katanya kebaikan tidak datang seperti ilham. Kebaikan adalah hasil perjuangan melawan ego sendiri dan beragam sumber kejahatan.

Kebaikan juga harus diperoleh dengan kerja keras, penuh kegagalan. Bahkan mungkin sampai menimbulkan frustrasi.

Dan kalau semua jerih payah itu hanya membuahkan hasil sedikit saja pelakunya pun belum tentu diterima semua orang. Dia bisa diejek, dicemooh, dikucilkan, dianiaya, dimusuhi, dan yang sering terjadi ‘dilupakan’.

Tapi apakah dengan demikian, orang lantas tak mau lagi berbuat kebaikan. atau tak ada lagi harapan disana?

Seseorang pernah menegurku, begini:

Kau lihat bintang-bintang itu? Kau tahu, tak semua yang kau lihat itu seperti yang kau bayangkang. Boleh jadi cahaya berkelip itu adalah cahaya bintang yang telah pergi jutaan tahun yang lalu, dan cahayanya baru tiba di retina matamu sekarang karena ia menempuh jarak jutaan tahun cahaya untuk sampai ke sini.

Yang kau lihat adalah semacam jejak cahayanya saja, dan kau mengira dari bintang yang masih hidup dan bertengger di sana.

Seperti itulah kebaikan.

Engkau berbuat baik, lalu engkau meninggal dunia. Tetapi kebaikanmu akan terus menyebar, melewati kegelapan-kegelapan, hingga sampai pada tempat yang layak untuk menerimanya.

Dirimu kadang sulit melihat kebaikan karena pandanganmu tertutup oleh pandangan hawa nafsumu.

Itu seperti ketika engkau memejamkan mata, tak ada yang kau lihat kecuali apa-apa yang ingin engkau lihat dalam khayalanmu. Tetapi saat engkau menutup matamu, itu bukan berarti tak ada cahaya di luar sana.

Orang-orang datang dan pergi, meninggalkan hal-hal yang sebagian kecil engkau kenang dan sebagian besar engkau lupakan. Demikian pula dirimu. Engkau akan ditinggal pergi dan pergi dari dunia ini. Sebagian orang mengenal sedikit tentangmu dan melupakan sebagian besar tentangmu.

Namun sesedikit apapun itu usahakanlah agar yang mereka kenang adalah kebaikanmu, cinta dan kasih sayangmu. Bukan fitnah dan dustamu atau kebencian dan dendammu.

Yakinlah bahwa kelak kebaikan itu menjadi cahaya yang dikuatkan oleh doa-doa orang yang telah engkau beri kebaikan. Sehingga kelak engkau akan melihat cahaya itu akan menerangimu di alam kegelapan sekaligus memandumu untuk pulang menuju ke tempat tinggalmu yang sesungguhnya.

Back to top button